SURABAYA – Semangat mencintai dan menjaga Al-Qur’an terus ditanamkan sejak usia dini melalui kegiatan Tasmi’ Tahfidzul Qur’an Juz 30 yang dilaksanakan oleh siswa SD Ta’miriyah Surabaya, Ananda Muhammad Hasyim Ashari.
Kegiatan tasmi’ berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh haru. Dengan penuh ketenangan serta kesungguhan, Ananda Muhammad Hasyim Ashari memperdengarkan hafalan Juz 30 dalam sekali duduk sebagai bentuk ikhtiar menjaga Kalam Ilahi dan melatih kekuatan hafalan Al-Qur’an yang telah dipelajari.
Tasmi’ Tahfidzul Qur’an sendiri merupakan metode memperdengarkan hafalan Al-Qur’an di hadapan guru, orang tua, maupun para penyimak untuk menguji kelancaran, ketepatan tajwid, makharijul huruf, serta kualitas hafalan para santri dan siswa. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk motivasi agar para peserta didik semakin mencintai Al-Qur’an dan istiqamah dalam murojaah atau mengulang hafalan setiap hari.
Firman Allah SWT dalam QS. Al-Hijr ayat 9 menjadi penguat semangat dalam menjaga kemurnian Al-Qur’an:
“Innā naḥnu nazzalnaż-żikra wa innā lahụ laḥāfiẓụn.”
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti Kami pula yang menjaganya.”
Momentum tasmi’ ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan sekolah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus belajar, menghafal, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah perkembangan zaman dan tantangan era digital saat ini, pendidikan berbasis Al-Qur’an dinilai menjadi pondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Pihak sekolah berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan spiritual dan karakter siswa. Selain meningkatkan kemampuan hafalan, kegiatan tasmi’ juga melatih mental, rasa percaya diri, kedisiplinan, serta kesabaran para peserta didik dalam menjaga amanah hafalan Al-Qur’an.
Melalui kegiatan ini, SD Ta’miriyah Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi Qur’ani yang cinta Al-Qur’an, berprestasi, dan mampu membawa nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
Semoga langkah kecil yang dilakukan Ananda Muhammad Hasyim Ashari menjadi cahaya dan keberkahan, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi kedua orang tua, para guru, dan seluruh umat. Semoga lahir generasi penerus bangsa yang senantiasa dekat dengan Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup sepanjang masa
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!