Mati Mesin Di Perairan Luwuk-Taliabu

Mati Mesin Di Perairan Luwuk-Taliabu
informasi-publik.com,

Luwuk – Kapal Motor (KM) Balama GT 27 mengalami kerusakan mesin saat berlayar dari Kabupaten Banggai menuju Jorjoga, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara. Kapal tersebut kemudian dilaporkan hilang kontak dan hingga kini tiga orang yang berada di atas kapal masih dalam pencarian Tim Search and Rescue (SAR).

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Luwuk, Hasfar, M.SE., MM., saat dikonfirmasi awak media, Senin (14/9/2026), melalui pesan WhatsApp, membenarkan adanya informasi mengenai kejadian tersebut.

“Berdasarkan laporan awal Operasi SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, informasi kejadian diterima dari pemilik kapal bernama Rida pada Sabtu, 12 September 2026, sekitar pukul 15.36 Wita,” kata Hasfar.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, KM Balama GT 27 diketahui berangkat dari wilayah Luwuk menuju Jorjoga, Kabupaten Pulau Taliabu. Namun, pihak UPP Kelas II Luwuk tidak mengetahui secara pasti dari mana kapal tersebut melakukan keberangkatan dan diduga kapal tidak memilik dokumen.

Menurut Hasfar, kapal tersebut tidak tercatat masuk maupun sandar di Pelabuhan Lalong maupun Pelabuhan Tilong Luwuk sebelum melakukan pelayaran.

“Untuk lokasi dan waktu keberangkatannya kami tidak mengetahui secara pasti, karena kapal tersebut tidak tercatat masuk maupun sandar di pelabuhan rakyat ataupun Pelabuhan Tilong Luwuk dan diduga kapal tidak memilik dokumen,” ungkapnya.

Dalam perjalanan, sekitar pukul 12.14 Wita, KM Balama GT 27 dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian plendes as yang disebut mengalami pecah. Setelah mengalami kerusakan tersebut, kapal kemudian kehilangan kontak.

“Dalam perjalanan, sekitar pukul 12.14 Wita, kapal mengalami kerusakan pada bagian plendes as yang dilaporkan pecah. Setelah mengalami kerusakan tersebut, kapal kemudian dilaporkan hilang kontak,” jelas Hasfar.

Menurut Hasfar, lokasi kejadian diperkirakan berada di perairan antara Luwuk dan Taliabu, tepatnya pada koordinat 1°13’21.90″S – 123°43’43.67″E.
Posisi tersebut berjarak sekitar 58 mil laut dari Dermaga KN SAR Bhisma dengan arah 106 derajat atau tenggara. Estimasi waktu tempuh menuju lokasi kejadian sekitar tiga jam.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Luwuk bersama Anak Buah Kapal (ABK) KN SAR Bhisma langsung bergerak melakukan operasi pencarian dan pertolongan.

Pada Sabtu, 12 September 2026, sekitar pukul 15.54 Wita, Tim Rescue Pos SAR Luwuk bersama ABK KN SAR Bhisma berangkat menuju lokasi kejadian menggunakan KN SAR Bhisma untuk melakukan pencarian terhadap KM Balama GT 27 beserta tiga orang yang berada di atas kapal.

Adapun tiga orang yang berada di atas KM Balama GT 27 masing-masing adalah Ismail selaku nakhoda, Hasan Usman selaku Kepala Kamar Mesin (KKM), serta La Alami.

Dalam operasi pencarian tersebut, sejumlah unsur turut dilibatkan, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Luwuk, ABK KN SAR Bhisma 239, Kantor UPP Kelas II Luwuk, serta pihak pemilik kapal.

Sementara peralatan yang digunakan dalam operasi SAR meliputi KN SAR Bhisma, Rescue Car, peralatan water rescue, peralatan navigasi, komunikasi, medis, serta peralatan evakuasi.

Ia menambahkan, karena tidak melalui prosedur pelayanan kepelabuhanan sebagaimana mestinya, kapal tersebut juga tidak mendapatkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

“Sehingga, pada saat berangkat, kapal tersebut juga tidak mendapatkan Surat Persetujuan Berlayar atau SPB,” tambahnya.

Menurut Hasfar, kondisi tersebut menjadi perhatian pihak terkait karena keberadaan dan pergerakan kapal tidak tercatat melalui pelayanan kepelabuhanan sebagaimana mestinya.

Sementara itu, awak media ini juga melakukan konfirmasi melalui WhatsApp kepada Kasubsektor KPPP Kawasan Pelabuhan Luwuk, Iptu James N. Runtu, S.H., pada Senin (14/9/2026).

James membenarkan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi terkait keberadaan KM Balama GT 27 saat berada di kawasan pelabuhan maupun ketika bertolak dari wilayah Pelabuhan Luwuk.

Hingga berita ini ditayangkan, berdasarkan laporan awal Operasi SAR, ketiga orang yang berada di atas KM Balama GT 27 masih berstatus dalam pencarian.

Sumber
(Rival Laumarang)


Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *