SURABAYA – Langkah nyata dalam mendukung program swasembada pangan nasional terus digalakkan di Kota Pahlawan. Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya kini menyulap lahan di kawasan Lapangan Colombo, Jalan Ikan Dorang Baru, Kelurahan Perak Barat, Kecamatan Krembangan, menjadi area produktif budidaya golden melon.
Aksi hijau ini merupakan wujud komitmen kepolisian dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Polda Jawa Timur, sekaligus menyukseskan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di sektor pangan.
Tidak bergerak sendiri, personel penggerak ketahanan pangan dari Polsek Krembangan langsung turun ke lapangan. Mereka menggandeng Dinas Pertanian Kota Surabaya, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta komunitas lokal Kelompok Tani Colombo Garden.
Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, mengungkapkan bahwa kolaborasi lintas sektor ini menjadi strategi jitu untuk mengoptimalkan lahan milik Pemerintah Kota Surabaya yang sebelumnya kurang produktif agar bisa memberi manfaat langsung bagi warga.
“Kami sengaja memilih golden melon sebagai komoditas utama karena nilai ekonomisnya yang tinggi dan kualitas buahnya yang menjanjikan. Dengan pendampingan langsung dari tenaga penyuluh pertanian, kami optimistis proses budidaya ini akan menghasilkan panen raya buah segar berkualitas unggul,” ujar Iptu Suroto, Selasa (8/9/26).
Lebih dari sekadar mengejar hasil panen, Suroto menegaskan program ini memegang misi penting: pemberdayaan ekonomi masyarakat urban. Kehadiran polisi di tengah ladang diharapkan mampu memicu motivasi warga perkotaan lainnya untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar tempat tinggal mereka.
Sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, pakar pertanian, dan kelompok tani menjadi resep utama keberhasilan gerakan urban farming ini. Lewat manisnya golden melon, Polres Pelabuhan Tanjung Perak berharap kesejahteraan masyarakat di wilayah Perak Barat dan Krembangan dapat terus terdongkrak.
“Kunci utama dari ketahanan pangan adalah gotong royong. Mulai dari pemerintah, kepolisian, tenaga pendamping, hingga masyarakat sebagai motor penggerak di lapangan, semua harus bergerak bersama,” pungkas Iptu Suroto.
(Red)
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!