SUMEDANG – Misteri penemuan jasad Juanda (23) di Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara, Minggu (22/2/2026) pagi, akhirnya terungkap.
Aparat Satreskrim Polres Sumedang berhasil meringkus tersangka tunggal berinisial A alias Adit Aryasyaputra, yang diketahui merupakan rekan korban sendiri.
Dikutip dari Tribun, berdasarkan hasil penyidikan, pelaku diduga telah menyusun rencana pembunuhan secara sistematis yang dipicu dendam pribadi.
Kasus ini menyita perhatian publik Sumedang karena perencanaan pelaku dinilai cukup matang sebelum akhirnya menghabisi nyawa korban.
Persiapan: Gadai Mobil demi Membeli Senjata
Aksi pembunuhan ini disebut diawali dengan serangkaian persiapan. Adit awalnya menyewa mobil Honda Brio putih. Namun, mobil tersebut justru digadaikan oleh pelaku.
Uang hasil gadai digunakan untuk membeli senjata airsoft gun yang kemudian dipakai dalam aksi pembunuhan.
Langkah ini menunjukkan adanya unsur perencanaan sebelum kejadian tragis tersebut berlangsung.
Menyewa Mobil Kedua untuk Mengelabui
Guna menghilangkan jejak dan menghindari kecurigaan, pelaku kembali menyewa kendaraan lain, yakni Toyota Avanza hitam.
Mobil sewaan kedua inilah yang kemudian menjadi lokasi eksekusi terhadap Juanda.
Strategi ini diduga untuk mempersulit pelacakan dan meminimalisasi bukti yang mengarah langsung kepada pelaku.
Korban Dijebak dengan Modus Transaksi COD
Adit kemudian menghubungi Juanda dan meminta korban menjemputnya di kawasan Pasanggrahan. Juanda datang seorang diri menggunakan sepeda motor.
Setibanya di lokasi, korban diajak masuk ke dalam mobil Avanza dengan alasan akan melakukan transaksi COD handphone di tempat lain.
Tanpa menaruh curiga, korban mengikuti ajakan tersebut hingga akhirnya dibawa ke kawasan sepi di Desa Girimukti.
Sempat Ambil Pisau di Rumah Kerabat
Dalam perjalanan menuju Girimukti, pelaku sempat menghentikan mobil dan mampir ke rumah bibinya.
Tanpa diketahui korban, pelaku mengambil sebilah pisau dan menyembunyikannya di dalam jok mobil sebagai senjata cadangan.
Langkah ini semakin menguatkan dugaan bahwa pembunuhan telah direncanakan secara matang.
Eksekusi di Dalam Mobil
Setibanya di lokasi sepi, pelaku langsung melancarkan aksinya di dalam kabin mobil.
Korban diduga ditembak menggunakan airsoft gun ke arah kepala sebanyak empat kali. Tidak berhenti di situ, pelaku juga menusuk bagian perut, dada, dan bahu korban menggunakan pisau hingga korban tewas di tempat.
Peristiwa tersebut terjadi di ruang sempit kendaraan yang menjadi lokasi utama eksekusi.
Pelarian dan Perampasan Barang
Setelah memastikan korban tidak bernyawa, pelaku membuang jasad Juanda dan melarikan diri menggunakan mobil sewaan.
Pelaku juga membawa empat unit iPhone milik korban sebelum akhirnya berhasil diringkus oleh aparat kepolisian.
Saat ini, penyidik masih mendalami motif lengkap serta melengkapi berkas perkara untuk proses hukum lebih lanjut.
Proses Hukum Berlanjut
Kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum di Kabupaten Sumedang.
Pihak kepolisian memastikan proses hukum terhadap tersangka akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dalam setiap transaksi, terutama yang melibatkan pertemuan langsung atau sistem COD.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

