Blitar – Kopi bukan sekadar minuman penghilang kantuk. Bagi sebagian orang, kopi adalah simbol semangat, ketekunan, dan perjuangan. Hal inilah yang juga menjadi inspirasi bagi para santri di SMA Al Muhafizhoh dalam menumbuhkan jiwa berwirausaha tanpa meninggalkan kewajiban utama mereka, yaitu menghafal Al-Qur’an.
Di lingkungan sekolah yang menanamkan nilai keislaman dan kedisiplinan, para santri belajar bahwa kesuksesan tidak hanya diraih melalui ilmu agama, tetapi juga keterampilan hidup. Salah satu bentuknya adalah belajar berwirausaha kopi.
Para santri mendapatkan kesempatan praktik langsung di Daff Cafe yang berlokasi di Kanigoro, Blitar, sebagai tempat mereka belajar mengolah kopi — mulai dari pemilihan biji kopi,pengeringan, pengupasan kulit,roasting,penghalusan biji, teknik penyeduhan, hingga cara penyajian kepada konsumen. Lokasi ini menjadi ruang pembelajaran nyata di luar kelas, di mana mereka menerapkan prinsip disiplin dan tanggung jawab dalam usaha sambil tetap menjaga jadwal hafalan Al-Qur’an.
Selain itu, mereka juga mengenal kopi lokal dari Blitar sebagai bagian dari kearifan lokal yang layak dibanggakan. Kopi lokal tidak hanya memiliki cita rasa khas karena kondisi tanah dan iklim daerah, tetapi juga mencerminkan budaya dan potensi ekonomi setempat. Dengan menggunakan kopi lokal dalam kegiatan usaha di cafe, para santri turut mendukung kesejahteraan petani kopi di daerah mereka dan melestarikan kekayaan tradisi lokal. Nilai ini mengajarkan bahwa mencintai produk lokal merupakan bentuk rasa syukur terhadap nikmat alam yang diberikan Allah SWT.
Kegiatan berwirausaha kopi juga melatih santri dalam mengatur waktu. Mereka belajar membagi jadwal antara murojaah hafalan, kegiatan belajar sekolah, serta praktik usaha di Daff Cafe. Dari sini tumbuh karakter disiplin, kerja sama, dan ketekunan — semua nilai yang dibutuhkan baik dalam dunia usaha maupun dalam menghafal Kitab Suci.
Lebih dari sekadar mencari keuntungan, usaha kopi ini menjadi media pembelajaran holistik. Santri menunjukkan bahwa generasi penghafal Al-Qur’an mampu beradaptasi dan berkontribusi pada perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai agama. Kopi menjadi simbol perjuangan; ia mengajarkan bahwa menuntut ilmu, berbakti kepada masyarakat, dan membangun usaha dapat berjalan selaras.
Harapannya, pengalaman berwirausaha sejak sekolah dapat membentuk santri menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, serta siap berkontribusi di masyarakat. Dengan berbekal hafalan Al-Qur’an dan keterampilan usaha, para santri di SMA Al-Muhafizhoh diharapkan menjadi generasi yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

