JAKARTA – Jabatan Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) kini resmi diduduki perwira tinggi (Pati) bintang tiga atau Letjen TNI. Kebijakan ini mendapat apresiasi sekaligus sorotan dari Lemkapi yang menilai langkah serupa perlu diterapkan di lingkungan kepolisian, khususnya di Polda Metro Jaya.
Direktur Eksekutif Lemkapi, Edi Hasibuan, menyebut kenaikan pangkat Pangdam Jaya sudah tepat, mengingat besarnya tanggung jawab dalam menjaga keamanan ibu kota negara.
“Kenaikan pangkat ini sesuai dengan besarnya tugas Pangdam Jaya yang mengamankan Jakarta,” ujar Edi, Jumat (27/3/2026).
Berdasarkan kajian akademik yang dilakukan Lemkapi, jabatan strategis di ibu kota seperti Kapolda Metro Jaya dinilai idealnya juga berpangkat bintang tiga atau Komisaris Jenderal (Komjen).
Menurut Edi, beban tugas Kapolda Metro Jaya tidak kalah besar karena bertanggung jawab langsung terhadap keamanan dan ketertiban di pusat pemerintahan dan ekonomi nasional.
Ia juga mengusulkan agar struktur kepangkatan di bawahnya turut disesuaikan, yakni Wakapolda menjadi bintang dua (Irjen), serta jabatan kepala satuan kerja (kasatker) ditingkatkan dari Komisaris Besar (Kombes) menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen).
Edi menambahkan, sejumlah negara besar telah menerapkan sistem serupa, di mana kepala kepolisian di ibu kota berpangkat setara bintang tiga, seperti di Tokyo, Beijing, hingga New York.
“Promosi Pangdam Jaya menjadi bintang tiga patut diapresiasi, dan kami mendorong penyesuaian serupa di institusi kepolisian,” tegasnya.
Sebagai informasi, jabatan Pangdam Jaya kini diemban oleh Deddy Suryadi yang resmi menyandang pangkat Letjen TNI. Pelantikan dipimpin oleh Agus Subiyanto di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (26/3/2026).
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!