Presiden Prabowo Pertanyakan Rumah Radio Bung Tomo, Aktivis 98 Meradang

Presiden Prabowo Pertanyakan Rumah Radio Bung Tomo, Aktivis 98 Meradang
informasi-publik.com,

Dalam taklimat Rapat Koordinasi Nasional kepala daerah di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026), Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sejarah kelam penjajahan dan perlakuan tidak manusiawi. Luka sejarah itu, menurutnya, seharusnya dijaga melalui pelestarian situs-situs perjuangan, bukan justru dihapus atas nama pembangunan.

“Di mana sekarang rumah radio Bung Tomo itu? Masih ada atau sudah dibongkar?” tanya Prabowo di hadapan peserta Rakornas.

Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyoroti hilangnya rumah bersejarah tempat penyiaran pidato Bung Tomo di Jalan Mawar Nomor 10 Surabaya. Di hadapan para kepala daerah, Prabowo mempertanyakan lenyapnya situs penting yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan bangsa, khususnya peristiwa heroik 10 November 1945.

Rumah tersebut dikenal sebagai lokasi pidato legendaris Bung Tomo yang membakar semangat rakyat Surabaya melawan penjajah. Ironisnya, bangunan itu telah dihancurkan meski berstatus sebagai bangunan cagar budaya berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Surabaya Nomor 188.45/004/402.1.04/1998.

Ditempat terpisah, Rudy Gaol Aktivis 98 menyesalkan Pemkot Surabaya tak mempertahankan situs sejarah yang menjadi cikal bakal 10 November 1945 yang kemudian dikenal sebagai hari Pahlawan dan bahkan Surabaya menyandang gelar Kota Pahlawan.

“Saya menyesalkan kita kehilangan monumen yang bersejarah sehingga Kota ini mendapatkan gelar sebagai Kota Pahlawan, Pemkot justru bangga mempercantik bangunan kolonial di JMP” pungkasnya sambil berkaca kaca.

Sambil bergumam lirih “Akankah Kota Pahlawan berubah jadi Kota Kolonial??”

*) Oleh : Redaksi

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *