Kasus penipuan berkedok purchase order (PO) sembako murah berhasil diungkap oleh Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak. Pelaku berinisial EA diduga menipu sejumlah korban hingga menyebabkan kerugian lebih dari Rp400 juta.
Kasus ini menyasar kalangan ibu rumah tangga (IRT) dengan modus penawaran sembako murah melalui media sosial, khususnya fitur status WhatsApp.
KBO Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak, Ipda Meldy, menjelaskan bahwa pelaku menawarkan program “PO Sembako Murah” dengan harga jauh di bawah pasaran.
Korban yang tertarik kemudian menghubungi pelaku secara pribadi dan diminta mentransfer sejumlah uang sebagai pembayaran awal.
Namun, setelah uang dikirim, barang yang dijanjikan tidak pernah sampai ke tangan korban.
“Korban mentransfer uang, tapi sembako yang dijanjikan tidak pernah dikirim,” ujar Ipda Meldy, Sabtu (11/4/2026).
Aksi penipuan ini berlangsung selama satu bulan, yakni sejak 14 Februari hingga 14 Maret 2026.
Setelah menerima laporan dari korban, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku pada 31 Maret 2026.
Saat ini, tersangka telah resmi ditahan sejak 1 April 2026 di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Jawa Timur.
Kasus ini pertama kali terungkap setelah salah satu korban berinisial TDL melaporkan kerugian sebesar Rp146.605.000.
Dari hasil pengembangan, polisi menemukan empat korban lainnya, yaitu RAS, DN, MM, dan BR.
Total kerugian dari lima korban tersebut mencapai lebih dari Rp400 juta.
Hasil penyelidikan mengungkap bahwa uang dari korban tidak digunakan untuk membeli sembako.
Sebaliknya, dana tersebut dipakai untuk:
- menutup pesanan korban lain
- memenuhi kebutuhan pribadi pelaku
Modus ini dikenal sebagai praktik “gali lubang tutup lubang”, yang sering digunakan dalam kasus penipuan berantai.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan:
- Pasal 492 KUHP
- dan/atau Pasal 486 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023
Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.
Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjungperak, Iptu Suroto, mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap penawaran sembako murah yang tidak masuk akal.
“Jangan mudah tergiur harga murah yang tidak rasional. Pastikan penjual dapat dipercaya,” tegasnya.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!