Manajemen PT Cipta Dimensi Baja Nusantara Ngoro Abaikan Penggunaan APD

Manajemen PT Cipta Dimensi Baja Nusantara Ngoro Abaikan Penggunaan APD
informasi-publik.com,

MOJOKERTO – Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan industri kembali menjadi sorotan. Kali ini,dugaan pelanggaran terkait pengabaian penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap menerpa salah satu perusahaan manufaktur struktur baja, yakni PT Cipta Dimensi Baja Nusantara, yang beroperasi di kawasan industri Ngoro, Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Berdasarkan informasi dan laporan yang dihimpun dari lapangan, pada tgl (23/09/2026) sejumlah aktivitas operasional di area pabrik disinyalir tidak mematuhi standar protokol keselamatan yang ketat. Beberapa pekerja di area berisiko tinggi dilaporkan tidak dilengkapi atau mengabaikan penggunaan APD standar secara menyeluruh, seperti helm pelindung, sepatu keselamatan (safety shoes), masker, hingga pelindung mata untuk proses fabrikasi baja.

Padahal, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi skala besar dan fabrikasi baja, potensi kecelakaan kerja di wilayah operasional tersebut tergolong sangat tinggi. Mulai dari risiko kejatuhan material berat, benturan, hingga bahaya mekanis dari alat-alat berat berat yang beroperasi setiap hari.

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, setiap perusahaan wajib menyediakan APD yang layak dan memastikan seluruh pekerja mengenakannya demi menjamin keselamatan di tempat kerja. Pengabaian terhadap aturan ini tidak hanya mengancam keselamatan jiwa pekerja, tetapi juga dapat berujung pada sanksi administratif hingga pidana bagi pihak penyedia kerja.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan dari awak media informasi-publik.com berupaya menghubungi via whatsapp kepada pihak Manajemen PT Cipta Dimensi Baja Nusantara,

Pada hari sabtu tgl (26/092026) Bpk Andre, perwakilan PT Cipta Dimensi Baja Nusantara dalam keterangannya, kedepannya perihal Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) akan kita tekankan lagi, tegasnya”.

Bersambung

(Redaksi)


Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *