SURABAYA – Upaya rekonsiliasi suporter sepak bola di Jawa Timur terus diperkuat. Nanang Avianto mempertemukan perwakilan Aremania dan Bonek dalam audiensi yang digelar di Markas Polda Jatim, Rabu (8/4/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan laga antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Audiensi ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antarsuporter sekaligus memperkuat komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jawa Timur.
Kapolda Jatim mengapresiasi kehadiran kedua kelompok suporter yang dinilai menunjukkan itikad baik dalam membangun komunikasi positif.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan suporter dalam rangka menjalin silaturahmi dengan Polda Jawa Timur. Kita semua berharap setiap pertandingan sepak bola di Jawa Timur ke depan dapat berjalan dengan suportif dan aman,” kata Irjen Nanang.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda menegaskan pentingnya mengubah stigma negatif sepak bola menjadi tontonan yang aman dan menghibur. Ia juga menyoroti komitmen bersama untuk membangun sepak bola yang lebih humanis pasca Tragedi Kanjuruhan.
Polda Jatim, lanjutnya, akan mengedepankan pendekatan humanis dan preventif dalam pengamanan guna meminimalisir potensi gesekan antar suporter.
“Saya tekankan kepada seluruh suporter agar menjunjung tinggi sportivitas dan tidak membawa rivalitas di luar lapangan,” tegasnya.
Perwakilan Bonek Mania, Rafika, menyatakan kesiapan pihaknya dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung suasana damai di setiap pertandingan.
“Bonek Mania dan Aremania siap menjaga stabilitas kamtibmas di Jawa Timur. Kami sepakat tidak ada lagi rivalitas di luar lapangan,” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan Aremania, Gozali, menegaskan komitmen untuk bangkit dari masa lalu dan membangun sinergi positif.
“Aremania ingin bangkit dari trauma. Kami berkomitmen menjaga kondusivitas dan siap mengawal perjalanan tim Persebaya menuju Malang,” ujarnya.
Kapolda Jatim juga menilai tingginya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola harus diimbangi dengan penyelenggaraan yang profesional. Hal ini dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Audiensi ini menjadi simbol kuat bahwa rivalitas suporter dapat diarahkan menjadi energi positif demi kemajuan sepak bola Jawa Timur yang aman, tertib, dan berkelas.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!