Surabaya – Arcane Brewery Publishing, penerbit independen asal Indonesia, merilis Queen of Black Magic, petualangan horor untuk sistem Shadowdark RPG yang mengangkat folklor dan kepercayaan masyarakat Jawa dan Madura ke pasar internasional.
Penulisnya, Langgeng Suwasono, mengatakan karya tersebut bertujuan memperkenalkan budaya Indonesia melalui permainan fantasi. Ia ingin mengangkat cerita lokal, seperti santet, tuyul, genderuwo, banaspati, pesugihan, dan susuk, yang selama ini belum banyak dikenal pemain internasional.
Menurut Langgeng, budaya lokal tidak sekadar menjadi hiasan dalam permainan. Unsur tradisi, kepercayaan, makhluk gaib, dan konflik masyarakat menjadi bagian penting dalam cerita serta mekanik permainan.
Dalam Queen of Black Magic, pemain menyelidiki rumah praktisi ilmu hitam bernama Marlena setelah kepala desa, Mas Bowo, menghilang secara misterius. Penyelidikan itu membawa pemain menghadapi praktik santet, tumbal, susuk, pesugihan, dan berbagai makhluk supernatural.
Petualangan ini juga menghadirkan unsur budaya, seperti bunga melati, gamelan, keris, dan tradisi buwuh dalam pernikahan. Salah satu adegannya berupa pesta pernikahan supernatural yang mempertemukan pemain dengan mayat hidup dan makhluk gaib.
Langgeng menilai TTRPG menjadi medium untuk memperkenalkan kekayaan cerita Indonesia kepada dunia. Ia berharap semakin banyak kreator lokal berani mengangkat identitas budaya sendiri dalam karya yang menyasar pasar global.
Queen of Black Magic ditujukan bagi karakter level 4–5 dalam sistem Shadowdark RPG dan dipasarkan melalui platform digital DriveThruRPG. Langgeng berharap karya tersebut membuat pemain internasional mengenal folklor Jawa dan Madura sekaligus membuka jalan bagi kreator Indonesia untuk bersaing di industri permainan dunia.
(Djamaluddin, S.H)
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!