Suramadu Digempur Razia! Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polres Tanjung Perak Sita Motor Tanpa Surat

11 Februari 2026 · Badri

TANJUNG PERAK – Akses Jembatan Suramadu sisi Kenjeran mendadak berubah tegang. Puluhan petugas berseragam lengkap berdiri siaga, menghentikan satu per satu pengendara dalam gelaran Operasi Keselamatan Semeru 2026, Selasa (10/2).

Hasilnya tak main-main. Tiga unit sepeda motor langsung disita karena pemiliknya tak mampu menunjukkan dokumen sah kepemilikan kendaraan. Razia ini menjadi bukti bahwa aparat tak lagi memberi ruang bagi pelanggaran lalu lintas di jalur vital penghubung Surabaya–Madura tersebut.

Pelanggaran yang ditemukan pun terbilang memprihatinkan. Mulai dari pengendara tanpa SIM dan STNK hingga aksi nekat melintas tanpa helm standar. Bahkan, petugas mendapati seorang pengendara yang hanya mengenakan kopyah tanpa helm saat melaju di jalur cepat Suramadu.

Situasi sempat memanas ketika beberapa pengendara berusaha berdalih. Namun petugas tetap tegas. Bagi pelanggaran ringan diberikan teguran keras dan edukasi di tempat. Sementara kendaraan tanpa dokumen resmi langsung diamankan.

Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, menegaskan bahwa langkah tegas ini bukan sekadar penertiban biasa.

“Ini bagian dari komitmen kami menciptakan lalu lintas yang tertib sekaligus menekan angka curanmor. Kendaraan tanpa dokumen jelas berpotensi bermasalah,” tegasnya.

Ia memastikan, penindakan dilakukan sesuai prosedur. Penyitaan hanya dilakukan terhadap kendaraan yang tidak dapat dibuktikan legalitasnya saat pemeriksaan.

Operasi Keselamatan Semeru 2026 sendiri digelar selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Mengusung tema ‘Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026’, operasi ini mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, hingga represif secara terukur.

Polisi mengingatkan, Suramadu bukan tempat untuk uji nyali tanpa helm atau kendaraan tanpa surat. Ketertiban bukan sekadar aturan, melainkan soal keselamatan nyawa.

“Jangan sampai kelalaian di jalan berubah jadi penyesalan,” pungkasnya.

Kalau mau, saya bisa buatkan versi yang lebih “meledak” lagi dengan gaya investigatif dan judul super provokatif ala headline nasional.