Soroti Informasi yang Beredar, Ketua DPW ARMI Jatim Berikan Klarifikasi Terkait Mobil Innova Reborn
Probolinggo – Seorang warga Probolinggo memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut dirinya sebagai penerima gadai maupun penadah sebuah unit Toyota Innova. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi,07,06,2026.
Menurut keterangannya, kendaraan tersebut bukan digadaikan kepadanya, melainkan hanya dititipkan sementara oleh seseorang bernama BY. Saat itu, BY menyampaikan bahwa kendaraan tersebut adalah miliknya dan hanya dititipkan karena sedang menggunakan kendaraan lain untuk aktivitas di luar kota.
“Saya tidak pernah menerima gadai kendaraan tersebut. Saya juga tidak pernah menerima dokumen kendaraan seperti BPKB maupun STNK sebagai jaminan. Mobil itu hanya dititipkan di rumah saya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa selama kendaraan berada di rumahnya, unit tersebut tidak pernah dipindahtangankan kepada pihak lain. Mobil tersebut hanya berada di kediamannya hingga akhirnya didatangi oleh pemilik kendaraan bersama tim Army pada 1 Juni lalu.
Saat proses pengambilan kendaraan berlangsung, dirinya mengaku tidak mempersulit proses tersebut. Ia hanya meminta agar pihak yang menitipkan kendaraan hadir untuk memberikan penjelasan secara langsung terkait keberadaan mobil tersebut.
“Kemudian BY hadir bersama LB yang disebut sebagai penyewa kendaraan. Di hadapan semua pihak yang hadir saat itu telah dijelaskan siapa yang menyewa, siapa yang membawa kendaraan ke rumah saya, dan atas arahan siapa kendaraan tersebut berada di sana,” jelasnya.
Ia mengaku baru mengetahui bahwa kendaraan tersebut bukan milik BY setelah pemilik kendaraan datang langsung ke rumahnya. Sebelumnya, dirinya meyakini bahwa kendaraan tersebut adalah milik BY sesuai dengan keterangan yang diterimanya saat penitipan dilakukan.
Akibat pemberitaan yang menyebut dirinya sebagai penadah maupun penerima gadai, ia mengaku mengalami tekanan moral dan merasa nama baiknya tercemar di tengah masyarakat.
“Saya hanya meminta agar kebenaran disampaikan apa adanya. Saya tidak pernah menerima gadai, tidak pernah menjadi penadah, dan tidak pernah berniat menguasai kendaraan tersebut. Mobil itu hanya dititipkan kepada saya sampai akhirnya diambil oleh pemiliknya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPW ARMI (Asosiasi Rental Mobil Indonesia), Nasir yang akrab disapa Pak Waka, membenarkan bahwa berdasarkan keterangan dan kronologi yang diterimanya, kendaraan tersebut hanya dititipkan dan bukan digadaikan.
“Benar, mobil tersebut dititipkan, bukan digadaikan. Dari pengakuan para pihak dan kronologi yang kami peroleh, tidak ditemukan adanya unsur gadai dalam peristiwa tersebut,” ujar Nasir.
Ia berharap informasi yang berkembang di masyarakat dapat disikapi secara objektif dan berdasarkan fakta yang sebenarnya, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun merugikan nama baik pihak-pihak yang terlibat.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang terkait peristiwa tersebut, serta tidak terburu-buru menarik kesimpulan tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.