Surabaya,– Kabar membanggakan datang dari SMA Negeri 3 Sidoarjo. Yasmin Mahfuzzah Setiawan Putri Kelas XI, dan Arwaa Istiqomah Azmii berhasil meraih medali emas dalam ajang National Applied Learning and Teaching Conference (NALATICO) 2025 yang diselenggarakan di Fakultas Kedokteran Hang Tuah Surabaya pada 27-30 November 2025.
NALATICO tahun ini mengusung tema “SIPAKAT: Sistem Terintegrasi Penegakan Hukum dan Akses Kesehatan Darurat.” Yasmin dan Arwaa berhasil menciptakan sebuah sistem inovatif yang mengintegrasikan penegakan hukum dengan akses kesehatan darurat, khususnya di wilayah terpencil seperti Pulau Bawean.
“SIPAKAT” dirancang untuk mengatasi tantangan geografis dan infrastruktur yang seringkali menghambat penanganan cepat dan tepat dalam situasi darurat. Sistem ini memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk menghubungkan petugas penegak hukum, tenaga medis, dan masyarakat secara real-time. Dengan demikian, koordinasi dan respons terhadap kejadian darurat dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.
Inovasi ini mencakup aplikasi mobile yang memungkinkan masyarakat untuk melaporkan kejadian darurat dengan cepat, serta sistem informasi geografis (SIG) yang membantu petugas untuk menentukan lokasi kejadian dan rute tercepat menuju lokasi. Selain itu, “SIPAKAT” juga dilengkapi dengan protokol komunikasi yang jelas dan terstandarisasi, sehingga meminimalkan kesalahan dan miskomunikasi dalam penanganan darurat.
“Kami sangat senang dan bangga bisa meraih medali emas ini,” ujar Yasmin, “Riset ini berawal dari keprihatinan kami terhadap sulitnya akses kesehatan dan penegakan hukum di daerah-daerah terpencil seperti Pulau Bawean. Kami berharap ‘SIPAKAT’ bisa menjadi solusi nyata untuk mengatasi masalah ini.”
Arwaa menambahkan, “Kami berterima kasih kepada guru-guru pembimbing, pihak sekolah, dan semua pihak yang telah mendukung kami dalam penelitian ini. Kami berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.”
Prestasi Yasmin dan Arwaa ini merupakan bukti nyata bahwa siswa SMA pun mampu menghasilkan karya inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Diharapkan, “SIPAKAT” dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan secara luas untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang penegakan hukum dan kesehatan darurat.
Prestasi Yasmin dan Arwaa ini merupakan bukti nyata bahwa siswa SMA pun mampu menghasilkan karya inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Diharapkan, “SIPAKAT” dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan secara luas untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang penegakan hukum dan kesehatan darurat.