Sabu 33 Kilogram di Sita Ditresnarkoba Polda Jatim

19 Februari 2026 · Redaksi

Surabaya – Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur berhasil mengungkap dua kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Gresik dan Surabaya dalam waktu berdekatan. Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita barang bukti sabu seberat total lebih dari 33 kilogram.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengungkapkan bahwa kasus pertama terungkap pada Jumat, 13 Februari 2026, berawal dari informasi mengenai pengiriman sabu yang akan masuk ke wilayah Jawa Timur. Anggota Ditresnarkoba kemudian melakukan penyelidikan dan mendapati seorang kurir, RJ (25), warga Bandung, yang tengah berhenti di Rest Area KM 726 B Tol Surabaya–Mojokerto, tepatnya di kawasan Pasinan, Lemah Putih, Wringin Anom, Gresik.

Saat itu, petugas melihat RJ menaruh sebuah kardus di tepi jalan tol. Setelah dilakukan penangkapan dan penggeledahan, ditemukan sepuluh bungkus kemasan teh Cina yang diduga berisi sabu dengan berat total 10 kilogram.

“Dari hasil pemeriksaan, tersangka RJ diketahui berangkat ke Dumai, Provinsi Riau, untuk mengambil paket sabu sebanyak 22 bungkus kemasan teh Cina dengan total berat 22 kilogram,” jelas Abast, Kamis (19/2/2026).

Sabu tersebut kemudian dibawa oleh tersangka menggunakan jasa travel menuju Pulau Jawa. Sebanyak 10 kilogram di antaranya telah diturunkan atau “diranjau” di Rest Area Tol Cipularang, Purwakarta, Jawa Barat. Sementara itu, dua bungkus lainnya diantar ke wilayah Pasuruan, dan 10 bungsis ditemukan di lokasi penangkapan.

Motif tersangka RJ adalah ekonomi. Ia diiming-imingi upah sebesar Rp120 juta apabila berhasil mengirimkan sabu tersebut. Saat ini, polisi masih memburu satu orang pelaku lain yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dengan inisial M.

Sementara itu, kasus kedua terungkap di kawasan pergudangan Surabaya Utara pada Selasa, 17 Februari 2026. Dalam penggeledahan, polisi menemukan 22 bungkus kemasan teh Cina yang berisi sabu dengan berat kotor mencapai 23,374 kilogram. Untuk kasus ini, pelaku masih dalam pengejaran dan diduga berperan sebagai kurir.

“Namun, peran pastinya akan kami pastikan kembali setelah yang bersangkutan berhasil ditangkap,” pungkas Abast