Ronda Malam Ala Warga Rusun: Cara Efektif Ciptakan Lingkungan Aman dan Nyaman

1 Desember 2025 · Redaksi

Surabaya, 1 Desember 2025 – Di tengah gemerlap kota metropolitan Surabaya, sebuah inisiatif akar rumput muncul dari jantung permukiman vertikal Rumah Susun (Rusun) Tanah Merah. Warga dari berbagai blok di TM 1 (A, B, C, dan D) serta TM 2 (A dan B), yang berlokasi di wilayah RT 13 RW 04 Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, bersatu padu dalam sebuah aksi kolektif: penjagaan malam hari.

Aksi yang dimulai pada Senin dini hari, 1 Desember 2025, tepat pukul 00.00 WIB hingga menjelang fajar pukul 04.00 WIB ini, bukan sekadar ronda biasa. Lebih dari itu, ini adalah manifestasi dari semangat komunal, sebuah refleksi filosofis tentang bagaimana manusia, dalam keterbatasannya, berupaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Abdul Muthalib, selaku Ketua RT 13 Rusun Tanah Merah, menyampaikan, “Penjagaan malam ini adalah wujud dari kesadaran kolektif kami. Kami percaya, keamanan dan kenyamanan adalah fondasi utama bagi terciptanya harmoni sosial. Dan harmoni sosial adalah prasyarat bagi kemajuan sebuah komunitas.”

Inisiatif ini melibatkan seluruh warga dari masing-masing blok, tanpa memandang usia, latar belakang, atau status sosial. Mereka bahu-membahu, menyusuri lorong-lorong rusun, memastikan setiap sudut lingkungan mereka terbebas dari potensi ancaman.

Abd. Cholik, bagian dari tim keamanan RT 13, menambahkan, “Kami berupaya semaksimal mungkin untuk menciptakan rasa aman bagi seluruh warga. Partisipasi aktif dari warga sangat membantu dalam menjaga ketertiban khususnya diwilayah RT13 Rusunawa Tanah Merah ini.

Dari sudut pandang filosofis, aksi penjagaan malam ini adalah pengejawantahan dari konsep homo homini socius, manusia adalah kawan bagi sesamanya. Ini adalah penolakan terhadap pandangan Hobbesian yang pesimistis, homo homini lupus, manusia adalah serigala bagi sesamanya. Warga Rusun Tanah Merah memilih untuk saling menjaga, saling melindungi, dan saling mendukung,ucapnya.

Lebih jauh,Abdul Muthalib mengatakan,inisiatif ini juga mencerminkan semangat gotong royong, sebuah nilai luhur yang telah lama menjadi identitas bangsa Indonesia. Dalam semangat gotong royong, setiap individu merasa memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi pada kebaikan bersama.

“Kami berharap, aksi ini dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain di Surabaya, bahkan di seluruh Indonesia,” lanjut Abdul Muthalib.

“Bahwa dengan kebersamaan, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik, lebih aman, dan lebih nyaman untuk kita semua.”

Rahasia di balik gelapnya malam, di antara dinding-dinding rusun yang menjulang, terukir sebuah kisah tentang harapan dan kebersamaan. Kisah tentang warga Rusun Tanah Merah yang dengan gigih menjaga nyala lilin harmoni, menerangi jalan menuju masa depan yang lebih gemilang. Semoga semangat ini terus membara, menjadi inspirasi bagi kita semua untuk senantiasa berkontribusi dalam menciptakan dunia yang lebih baik.tutup Abdul Muthalib selaku Ketua RT 13 Rusun Tanah Merah Surabaya.