Surabaya — Ratusan jagal dan pedagang daging sapi di Kota Surabaya kembali turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi di depan DPRD Surabaya, Senin (12/1/2026). Massa menolak keras keputusan Pemerintah Kota Surabaya yang merelokasi RPH Pegirian ke kawasan Tambak Osowilangun.
Dalam orasinya, demonstran menilai relokasi berpotensi mengganggu rantai pasok daging sapi di Surabaya. Jarak lokasi baru yang lebih jauh dikhawatirkan meningkatkan biaya operasional, memperlambat distribusi ke pasar tradisional, serta berdampak pada kenaikan harga daging bagi konsumen.
“RPH Pegirian sudah puluhan tahun menjadi sentra pemotongan. Kalau dipindah ke Osowilangun, kami yang kecil-kecil ini paling terdampak,” ujar salah satu perwakilan jagal. Massa juga menyoroti kesiapan infrastruktur di lokasi baru, mulai dari akses jalan, sanitasi, hingga fasilitas penunjang lainnya.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Sejumlah anggota DPRD Surabaya menemui perwakilan demonstran dan menyatakan akan menampung aspirasi tersebut untuk dibahas dalam rapat bersama komisi terkait. DPRD juga meminta Pemkot membuka ruang dialog serta memaparkan kajian teknis dan skema transisi agar tidak merugikan pelaku usaha kecil.
Sementara itu, perwakilan Pemkot Surabaya menyatakan relokasi direncanakan guna meningkatkan standar higiene, lingkungan, dan tata kelola RPH. Meski demikian, Pemkot mengaku siap mengevaluasi masukan dari para jagal dan pedagang, termasuk mempertimbangkan opsi mitigasi dampak selama masa peralihan.
Hingga aksi berakhir, massa menegaskan akan terus mengawal kebijakan tersebut dan tidak menutup kemungkinan menggelar aksi lanjutan apabila tuntutan mereka tidak diakomodasi.