Polsek Kenjeran Menyapa Pagi di Ujung Timur Surabaya
SURABAYA – Ketika jarum jam baru menunjukkan pukul 06.00 WIB, Senin (02/11/2026), dan embun pagi masih membasahi aspal di wilayah hukum Polsek Kenjeran, sebuah pemandangan humanis telah mulai tersaji. Di tengah hiruk-pikuk kota yang mulai terjaga, seragam cokelat tak sekadar berdiri sebagai penegak hukum, melainkan hadir sebagai pelayan, pengayom, dan sahabat masyarakat.
Ini bukan sekadar rutinitas. Ini adalah manifestasi nyata dari program prioritas Kapolri, “Polisi Bersama Masyarakat”, yang diwujudkan melalui aksi Commander Wish Gatur Pagi.
Kapolsek Kenjeran, Kompol Yuyus Andriastanto, S.H., M.H., tak memilih berada di balik meja kerjanya. Bersama jajarannya, ia turun langsung ke titik-titik nadi kehidupan warga, memastikan denyut aktivitas pagi hari berjalan tanpa hambatan, aman, dan penuh kehangatan.
Seperti sebuah orkestra yang memainkan simfoni ketertiban, personel Polsek Kenjeran tersebar di empat titik vital yang menjadi jantung aktivitas warga.
Di Jalan H.M. Noer, arteri utama yang padat, Kompol Yuyus sendiri tampak luwes mengatur arus lalu lintas. Bersama dua personel piket Lantas, ia memastikan tidak ada kemacetan yang berarti, apalagi kecelakaan yang merenggut keselamatan. Senyum dan isyarat tangan yang tegas namun ramah menjadi bahasa yang dimengerti setiap pengemudi yang melintas.
Sementara itu, di Jalan Nambamgan, Kelurahan Takal, suasana berbeda namun sama pentingnya terjalin. Panit Reskrim, Ipda Mochamad Suud, S.E., bahu-membahu dengan Bhabin. Mereka tidak hanya mengurai potensi kemacetan, tetapi juga menanamkan rasa aman dari ancaman kejahatan (3C). Kehadiran mereka di tengah warga adalah jaminan bahwa negara hadir di lingkungan paling depan.
Di jalur lambat dan area U-Turn depan Puskesmas Jalan H.M. Noer, Panit Binmas Ipda Toni Arisandi bersama Bhabin bertindak sebagai “pagar hidup”. Mereka menjaga agar warga yang hendak berobat atau beraktivitas tidak terhalang oleh arus kendaraan yang liar, memastikan akses kesehatan dan mobilitas warga tetap lancar.
Tak jauh dari sana, di Jembatan Pogot, Kanit Intelkam AKP Dwi Raharjo bersama personel Lantas menjaga simpul penghubung antar wilayah. Mencegah kemacetan di jembatan adalah kunci kelancaran distribusi ekonomi dan mobilitas warga Kenjeran dan sekitarnya.
Melayani dengan Hati, Menjaga dengan Rasa
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 07.30 WIB ini bukanlah tentang seberapa banyak tilang yang dibuat, melainkan tentang seberapa banyak senyum lega warga yang bisa dilayani.
”Kegiatan ini adalah wujud cinta kami kepada masyarakat Kenjeran. Commander Wish pagi ini adalah bukti bahwa polisi ada untuk melayani, mengayomi, dan melindungi sebelum matahari benar-benar tinggi,” ujar salah satu personel di sela kegiatan.
Suasana aman dan kondusif menyelimuti seluruh titik kegiatan. Tidak ada insiden, yang ada hanyalah interaksi hangat antara polisi dan warga yang saling menyapa, menciptakan rasa memiliki dan kebersamaan yang kental.
Sebagai penutup, semangat Jogo Omah (Menjaga Rumah) dan Jogo Perak (Menjaga Pelabuhan/Surabaya) terus digaungkan. Polsek Kenjeran telah memberikan contoh indah bahwa tugas kepolisian bukan hanya tentang wibawa, tetapi tentang ketulusan hati dalam melayani sesama di setiap hembusan napas pagi.
(Arif Billah)