Polemik Kasus Pemerkosaan: Aktivis 98 Desak Pemkot Surabaya & DPRD Cabut Izin Black Owl

17 Desember 2025 · Redaksi

Surabaya – Pasca insiden Kasus dugaan percobaan pemerkosaan yang diduga dilakukan oknum Supervisor salah satu Club malam mewah di Surabaya memantik keprihatinan dan kemarahan aktivis 98 salah satunya Rudy Gaol Aktivis 98 Surabaya.

Peristiwa tersebut menimbulkan keprihatinan publik karena terjadi di ruang hiburan yang seharusnya menjadi tempat rekreasi dan bukan malah berujung petaka.

Rudy Gaol menggelengkan kepala seraya tak percaya akan kejadian yang menimpa RB disalah satu hotel yang diduga dilakukan oleh oknum Supervisor Black Owl.

Tanggapan aktivis 98 Surabaya

Rudy Gaol menyatakan prihatin pada korban yang bahkan mendapatkan perlakuan kekerasan oleh istri pelaku. “Saya minta pada pihak kepolisian agar mengusut tuntas kejadian ini dan memberikan hukuman setimpa bagi pelaku pelecehan seksual serta upaya pencobaan pemerkosaan anak serta mengusut dugaan kekerasan yang dilakukan oleh istri pelaku.”

Aktivis 98 Desak DPRD kota Surabaya segera cabut izin black owl

Lebih lanjut aktivis 98 Rudy Gaol mendesak DPRD serta Pemerintah agar mencabut ijin Black Owl sebagai peringatan tegas bagi pelaku industri RHU di Surabaya, mengingat Surabaya dikenal sebagai Kota Ramah Anak.

Rudy juga menambahkan agar pemerintah Kota Surabaya tidak mengeluarkan ijin RHU yang berada di jalan raya utama, selain merusak wajah / jati diri Surabaya sebagai Kota Pahlawan, juga bisa memicu kesenjangan sosial dengan berjajarnya mobil mewah parkir di pelataran Black Owl yang berada dijantung kota Surabaya.

Pertanyaan Besar Terkait Keamanan Tempat Hiburan Malam

Kasus pemerkosaan menambah panjang daftar insiden kelam di tempat hiburan malam yang menjadi sorotan warga Surabaya. Banyak warga menyayangkan bagaimana tempat tersebut tetap beroperasi tanpa jeda seolah tidak terjadi peristiwa penting yang memakan korban jiwa.

Insiden tersebut mengundang perhatian luas dari masyarakat sekitar jalan Kombes. Pengunjung yang melintas menyebutkan keheranan mereka melihat aktivitas Black owl tetap berlangsung padahal baru saja terjadi tragedi di dalamnya.

Kejadian ini juga menimbulkan pertanyaan besar mengenai standar keamanan, pengawasan internal, hingga tanggung jawab pihak manajemen dalam mencegah kekerasan di lingkungan club malam