Pembinaan Rohani di Rutan Medaeng, Philip Mantofa Motivasi WBP Bangkit dari Masa Lalu

30 April 2026 · Badri

SURABAYA – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surabaya Medaeng menggelar kegiatan pembinaan rohani bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Kristen dan Katolik, Kamis (30/4/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari realisasi program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, khususnya Direktorat Pemasyarakatan, melalui ibadah pelayanan di Gereja Efesus Medaeng.

Ibadah tersebut menghadirkan Philip Mantofa, yang juga dikenal sebagai pendeta dari Gereja Mawar Sharon (GMS). Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Rutan Medaeng, Tristiantoro Adi Wibowo, jajaran petugas, pengurus gereja, serta sekitar 150 jemaat.

Didampingi 20 orang tim pelayanan GMS, Pastor Philip Mantofa menyampaikan khotbah yang diambil dari Surat Yunus 2:1–10. Dalam pesannya, ia mengajak para WBP untuk merefleksikan diri dan tidak terjebak dalam masa lalu.

“Keberadaan saudara di sini bukan karena hukuman Tuhan, melainkan akibat dari perbuatan sendiri. Seperti Nabi Yunus di dalam perut ikan, itu adalah konsekuensi dari kesalahannya. Namun dari situ, kita belajar untuk bangkit, melupakan masa lalu, dan mulai mendekat kepada Tuhan,” ujarnya.

Suasana ibadah berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat, di mana para WBP tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.

Sementara itu, Kepala Rutan Medaeng dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada tim GMS atas dukungan pembinaan spiritual bagi para WBP.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Pastor Philip Mantofa dan tim GMS yang telah memberikan motivasi serta penguatan iman kepada WBP kami. Harapannya, kegiatan ini dapat terus berlanjut sehingga para WBP memiliki bekal spiritual yang kuat saat kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga berharap, melalui pembinaan rohani ini, para WBP dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sosial setelah bebas nantinya.