Ormas ASB Kawal Kasus Pengendara Tertimpa Plakat Tanah di Jalan Unesa

30 September 2025 · Redaksi

Surabaya, 29 September 2025 – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di kawasan Jalan Unesa, Lakarsantri, Surabaya. Seorang pengendara motor bernama Jasmine Vernadya Stevani (27 tahun) mengalami musibah setelah tertimpa plakat tanah yang jatuh akibat hembusan angin kencang pada Senin siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Kejadian ini sontak menarik perhatian publik karena selain menimbulkan korban luka, juga memunculkan pertanyaan terkait faktor keamanan di sekitar kawasan tersebut. Tidak hanya aparat kepolisian yang turun tangan, namun juga organisasi kemasyarakatan Arek Suroboyo Bergerak (ASB) yang menyatakan dukungannya kepada korban.

Kronologi Kejadian di Jalan Unesa Surabaya

Menurut keterangan korban, musibah ini berawal saat ia melintas dengan sepeda motor di kawasan Jalan Unesa. Angin kencang tiba-tiba bertiup, menyebabkan sebuah plakat tanah dari lahan kosong di tepi jalan terlepas dan jatuh menimpa dirinya.

Akibat insiden ini, Jasmine mengalami luka memar di beberapa bagian tubuhnya. Meski tidak mengalami cedera serius, kejadian tersebut cukup mengejutkan dan membuat korban segera mencari pertolongan. Tidak lama kemudian, ia memutuskan untuk melaporkan peristiwa ini ke Polsek Lakarsantri Surabaya agar bisa diproses secara hukum.

Dalam keterangannya kepada media lokal, Jasmine menyampaikan rasa syok sekaligus harapan agar kasus ini bisa segera ditangani. Ia menekankan pentingnya tanggung jawab dari pemilik lahan untuk memastikan keamanan lingkungan sekitar.

Peran Organisasi ASB dalam Mendampingi Korban

Tidak tinggal diam, organisasi kemasyarakatan Arek Suroboyo Bergerak (ASB) segera turun tangan untuk mendampingi korban. Mereka menilai bahwa masyarakat kecil sering kali tidak memiliki kekuatan hukum yang memadai sehingga membutuhkan advokasi dari pihak luar.

Rudy Gaol, salah satu pengawas ASB, menyatakan bahwa pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Kami akan mengawal kasus ini sampai ke akar-akarnya sehingga korban mendapatkan keadilan. Kami juga meminta pihak kepolisian untuk memanggil pemilik lahan agar bisa bertanggung jawab atas kejadian ini,” tegas Rudy.

Langkah ASB ini mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Kehadiran ormas bukan hanya memberikan dukungan moral bagi korban, tetapi juga menunjukkan bentuk nyata solidaritas sosial yang sangat dibutuhkan dalam situasi seperti ini.

Tanggapan dari Kepolisian Lakarsantri Surabaya

Pihak kepolisian melalui Polsek Lakarsantri mengonfirmasi bahwa laporan korban sudah diterima. Mereka juga sudah melakukan komunikasi dengan pihak pemilik lahan yang terkait dengan plakat tanah tersebut.

Menurut informasi, pemilik lahan menyatakan kesiapannya untuk hadir ke Polsek Lakarsantri pada keesokan harinya guna menyelesaikan persoalan ini secara hukum dan kekeluargaan.

Langkah cepat kepolisian ini diharapkan bisa meredam keresahan warga serta memberikan kepastian hukum kepada pihak korban.

Solidaritas Sosial dari Warga Surabaya

Selain ASB, warga sekitar juga menunjukkan solidaritas dengan memberikan dukungan moral kepada korban. Mereka menilai kehadiran organisasi masyarakat sangat membantu meringankan beban korban, baik secara psikologis maupun dalam proses hukum.

Keterlibatan masyarakat dan ormas dalam kasus ini membuktikan bahwa gotong royong masih menjadi nilai penting di tengah kehidupan warga Surabaya. Hal ini sejalan dengan semangat kebersamaan yang selalu dijunjung tinggi oleh masyarakat Jawa Timur.

Pentingnya Peran Organisasi Masyarakat dalam Advokasi Hukum

Peran organisasi seperti ASB tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka hadir bukan hanya untuk mengadvokasi, tetapi juga memastikan hak-hak masyarakat kecil tetap terlindungi. Kasus di Jalan Unesa menjadi contoh bagaimana ormas bisa menjadi jembatan antara masyarakat dengan aparat penegak hukum.

Jika advokasi semacam ini terus diperkuat, maka keadilan sosial bisa lebih mudah tercapai. Tidak hanya dalam kasus kecelakaan, tetapi juga dalam persoalan sosial lain yang kerap dialami warga.

Antisipasi dan Harapan ke Depan

Kejadian di Jalan Unesa Surabaya memberikan pelajaran penting mengenai pentingnya keselamatan publik. Pemerintah daerah, pemilik lahan, maupun aparat penegak hukum diharapkan lebih proaktif dalam mencegah potensi bahaya serupa.

Beberapa langkah antisipatif yang bisa dilakukan antara lain:

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan keamanan di kawasan Jalan Unesa dan wilayah lain di Surabaya dapat lebih terjamin.

Insiden pengendara motor tertimpa plakat tanah di Jalan Unesa, Surabaya menjadi peringatan keras bagi semua pihak tentang pentingnya menjaga keamanan lingkungan. Kehadiran Organisasi ASB dalam mendampingi korban membuktikan betapa pentingnya solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Dukungan warga, advokasi ormas, serta langkah cepat kepolisian diharapkan mampu memberikan penyelesaian terbaik bagi korban sekaligus mencegah kasus serupa terulang.

Musibah ini memang meninggalkan luka, namun juga membuka ruang refleksi bahwa keamanan publik harus menjadi prioritas bersama. Surabaya, sebagai kota besar dengan mobilitas tinggi, memerlukan perhatian serius dalam setiap aspek keselamatan masyarakatnya.