Surabaya, 26 Februari 2026 – Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menggelar pertemuan strategis bersama pimpinan dan alumni GMNI sebagai langkah awal konsolidasi ideologis di awal masa kepengurusan. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dan menjadi ruang dialog untuk menyelaraskan arah pergerakan organisasi.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua YPTA Kota Surabaya, J. Subekti, S.H., M.M., senior GMNI Eddy Wahyudi, S.H., M.H., serta jajaran Pengurus DPK GMNI Komisariat Fakultas Hukum Untag Surabaya. Fokus utama pertemuan diarahkan pada pembahasan ideologi Marhaenisme sebagai dasar pijakan gerak organisasi dalam menjalankan aktivitas kaderisasi dan pergerakan mahasiswa.
Koordinasi dengan alumni dan pimpinan GMNI dipandang sebagai forum penting untuk menjaga kesinambungan nilai, pemikiran, dan orientasi gerakan organisasi. Dalam pertemuan tersebut, DPK menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya sebagai bahan refleksi dan evaluasi organisasi. Penyampaian ini menjadi dasar dalam merumuskan arah kebijakan dan program kerja komisariat ke depan.
Forum ini juga membahas garis besar haluan organisasi yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan komisariat. Pembahasan ini menegaskan peran GMNI Komisariat Fakultas Hukum Untag Surabaya sebagai ruang kaderisasi ideologis yang konsisten mengembangkan nilai-nilai Marhaenisme sebagaimana digagas oleh Bung Karno.
Pertemuan dibuka oleh Eddy Wahyudi, S.H., M.H., selaku senior GMNI, yang menyampaikan ucapan selamat kepada kepengurusan baru Komisariat Fakultas Hukum Untag Surabaya. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjaga kontinuitas ideologi Marhaenisme sebagai ruh perjuangan GMNI, serta mengingatkan agar setiap gerak organisasi tetap berpijak pada nilai-nilai dasar yang telah menjadi identitas GMNI sejak awal berdiri.
J. Subekti, S.H., M.M. dalam penyampaiannya menegaskan bahwa pengembangan kader harus menjadi fokus utama komisariat. Ia menekankan pentingnya membentuk kader yang tidak hanya aktif secara organisatoris, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual dan pemahaman ideologis yang kuat. Menurut beliau, pergerakan GMNI perlu senantiasa selaras dengan ajaran Bung Karno baik dalam konteks akademik, sosial, maupun kemasyarakatan.
Melalui pertemuan strategis ini, M.Ja’far Raihan Alfath selaku Ketua DPK GMNI Komisariat Fakultas Hukum Untag Surabaya menegaskan komitmennya untuk menjalankan roda organisasi secara konsisten, terarah, dan berlandaskan ideologi. Koordinasi bersama alumni menjadi sarana penting untuk memperkaya perspektif, memperkuat tradisi organisasi, serta memastikan kesinambungan nilai dalam setiap program dan aktivitas komisariat.
Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi pijakan awal bagi kepengurusan GMNI Fakultas Hukum Untag Surabaya dalam mengembangkan kader, memperkuat peran organisasi di lingkungan kampus, serta menjaga GMNI sebagai organisasi mahasiswa yang setia pada nilai-nilai Marhaenisme dan tanggung jawab sosialnya terhadap bangsa dan rakyat.