Surabaya – Kawasan Manukan, kembali bergema oleh riuh rendah musik dalam acara bertajuk “Manukan Bersemi Kembali Vol. 1” pada Sabtu (27/09/2025). Bertempat di Lapangan Joglo Bringin Rejo, acara ini menjadi penanda kembalinya inisiatif komunitas untuk menghidupkan panggung bagi musisi lokal dan band-band indie yang selama ini vakum.
Festival musik yang digagas oleh kolektif pemuda Manukan Kreatif tersebut sukses menarik perhatian ratusan penonton. Dari remaja hingga kalangan dewasa, mereka antusias menikmati sajian musik lintas genre, mulai dari pop-punk, hardcore, hingga reggae. Suasana hangat khas komunitas kian terasa di tengah alunan musik yang menggema sepanjang malam.
Salah satu penampilan yang menyedot perhatian adalah band hardcore Fraud. Dengan lagu-lagu orisinalnya, mereka tampil penuh energi hingga berhasil memicu mosh pit yang semarak di depan panggung. Penampilan ini menegaskan bahwa skena musik Manukan masih menyimpan potensi besar untuk kembali bangkit.
Ketua penyelenggara, Odi, menyebut bahwa konsep acara ini berangkat dari semangat nostalgia. Manukan itu salah satu daerah besar di Surabaya yang banyak menghasilkan seniman, khususnya musik.
“Banyak band dari Manukan yang sudah lama vakum, kami ajak lagi untuk bangkit. Ini soal regenerasi dan membangkitkan gairah skena musik di Manukan kembali,” ujarnya.
Odi mengatakan,salah satu band lama yang ikut kembali naik panggung adalah Minikonsu, yang populer pada awal 2000-an.Selain menjadi ajang musik, “Manukan Bersemi Kembali” juga berdampak positif pada ekonomi warga sekitar.
“Sejumlah pelaku UMKM lokal ikut serta membuka stand makanan dan produk kreatif. Kehadiran penonton dalam jumlah besar membuat lapak-lapak tersebut ramai dikunjungi, sehingga memberi manfaat langsung bagi perekonomian komunitas,” kata Odi.
Menurutnya,harga tiket yang dipatok Rp60.000,00 turut menjadi daya tarik tersendiri. Dengan biaya yang relatif terjangkau, penonton bisa menikmati belasan penampilan band sekaligus mendukung gerakan kreatif komunitas lokal yang sedang bangkit.
“Acara ini pun menjadi bukti bahwa musik dan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan,” ujarnya.
Pihak penyelenggara berharap gelaran ini dapat terus berlanjut,bukan hanya menunggu setahun sekali.
“Beberapa bulan ke depan kami ingin adakan lagi dengan konsep lebih matang dan skena lebih luas,” harap Odi.
Sebagai penutup, band Debu Jalanan Reggae menghibur penonton dengan lima lagu berirama reggae yang hangat.Dengan suksesnya volume pertama ini, “Manukan Bersemi Kembali” diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan serta katalisator bagi perkembangan industri kreatif di Surabaya Barat.