Komplotan Nelayan Curi Tiang Suramadu: ini Penyebabnya

19 Maret 2026 · Redaksi

Surabaya – Ahli Teknik Sipil Struktur dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Mudji Irmawan, menyoroti kasus pencurian besi antikarat pada tiang pancang Jembatan Suramadu. Ia memperingatkan bahwa tindakan tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan serius hingga risiko ambruknya jembatan.

Mudji menjelaskan, besi pelindung berbahan seng dengan kadar tinggi berfungsi mencegah korosi pada tiang pancang, terutama di area pasang surut.

Jika pelindung ini hilang, tiang akan lebih cepat berkarat, yang pada akhirnya dapat mengurangi kekuatan struktur jembatan. Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena tiang pancang merupakan komponen vital dalam konstruksi.

Menurutnya, apabila korosi terus terjadi tanpa penanganan, struktur bisa mengalami kerusakan parah hingga jebol. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya inspeksi menyeluruh untuk memastikan sejauh mana bagian pelindung yang telah dicuri serta dampaknya terhadap keseluruhan konstruksi.

Mudji juga meminta agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh pada seluruh tiang pancang, terutama di wilayah yang sering terkena pasang surut air laut. Ia menilai pencurian komponen seperti ini bukan hal baru dan perlu penanganan serius agar tidak berulang.

Selain inspeksi, ia menegaskan bahwa bagian pelindung yang hilang harus segera diganti. Langkah ini penting untuk mencegah penyebaran korosi ke bagian struktur lain yang masih dalam kondisi baik. Jika dibiarkan, risiko tidak hanya terjadi dalam jangka panjang, tetapi juga dapat mengancam keselamatan dalam waktu dekat.

Sementara itu, Polres Bangkalan telah menangkap tujuh pelaku pencurian besi antikarat tiang pancang jembatan tersebut. Para pelaku diketahui telah beraksi sebanyak 21 kali.

Ketujuh pelaku merupakan anak buah kapal (ABK) yang berasal dari wilayah Bangkalan dan Gresik. Mereka menggunakan perahu untuk mencuri dan mengangkut besi pelindung dari area jembatan.

Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di bawah jembatan. Petugas kemudian melakukan pemantauan dan pengejaran hingga berhasil menghentikan perahu para pelaku.

Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan empat balok besi antikarat yang merupakan bagian pelindung tiang pancang jembatan. Barang bukti beserta perahu kemudian diamankan ke dermaga untuk proses hukum lebih lanjut.