Kepala BGN Baru Naniek Deyang Kenalkan Dua Wakil dan Tegaskan Latar Belakang Pendidikan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Naniek S. Deyang, memperkenalkan diri kepada publik usai menerima amanah dari Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin lembaga tersebut.

Dalam konferensi pers di Gedung BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026), Naniek secara khusus menegaskan latar belakang pendidikan yang dimilikinya.

“Teman-teman sudah kenal, saya Nanik S. Deyang, Sarjana Biologi ya, saya ulang, bukan Sarjana Kehutanan, Sarjana Biologi. Tadinya, Wakil Kepala BGN,” ujar Naniek.

Pada kesempatan tersebut, Naniek juga memperkenalkan dua Wakil Kepala BGN yang baru, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Menurut Naniek, Agustina memiliki pengalaman panjang di bidang pengawasan dan audit. Selama lebih dari tiga dekade, Agustina berkecimpung dalam pengelolaan dan pengawasan keuangan negara, termasuk pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Pengalaman tersebut dinilai penting untuk memperkuat tata kelola organisasi serta memastikan penggunaan anggaran negara di lingkungan BGN berjalan sesuai ketentuan.

“Dengan tugas dari Pak Presiden, sesuai dengan keahlian beliau, beliau akan mengawasi dengan super ketat tata kelola dan keuangan negara yang di BGN,” kata Naniek.

Sementara itu, terkait penunjukan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN, Naniek menjelaskan bahwa proses pengunduran diri dari dinas militer telah diajukan dan saat ini tengah berjalan.

“Sebelum ditanyakan mengapa TNI aktif, saya sampaikan sudah diajukan proses pengunduran diri dan mungkin dalam waktu dekat beliau sudah pensiun. Tapi proses pengunduran dirinya sudah dilakukan, berlangsung sejak kemarin,” ujarnya.

Naniek menilai pengalaman Trenggono sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penunjukannya. Selain itu, pengalaman di bidang teritorial dinilai dapat mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjangkau berbagai daerah di Indonesia.

Dengan susunan kepemimpinan baru tersebut, BGN diharapkan mampu memperkuat pengawasan, tata kelola, serta efektivitas pelaksanaan program-program strategis pemerintah di bidang pemenuhan gizi masyarakat.