Kemenkes dan WHO Kerjasama Penguatan Sistem Kesehatan

23 Februari 2026 · Direksi Informasi Publik

Jakarta – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama World Health Organization (WHO) pada 18 Februari 2026 lalu resmi menandatangani Grant Agreement dan Joint Workplan WHO Biennium 2026–2027.

Kesepakatan ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat pembangunan dan ketahanan sistem kesehatan nasional.

Dukungan Hibah USD 14,85 Juta

Kerja sama tersebut mendukung implementasi program kesehatan yang selaras dengan WHO 14th General Programme of Work, Rencana Strategis Kementerian Kesehatan, RPJMN 2025–2029, serta enam pilar transformasi kesehatan.

Sinergi ini diarahkan untuk memastikan penguatan layanan dan ketahanan sektor kesehatan berjalan berkesinambungan.

Melalui perjanjian tersebut, WHO Indonesia memberikan dukungan pendanaan sebesar USD 14.859.366 dalam bentuk hibah kesehatan berupa uang, barang, dan jasa.

Dukungan tersebut akan digunakan untuk pelaksanaan berbagai program kesehatan selama periode biennium 2026–2027.

Penguatan Berbasis Bukti

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang telah terjalin antara Kementerian Kesehatan dan WHO.

Ia menyebut dukungan tersebut berkontribusi dalam penguatan upaya promotif dan preventif, peningkatan mutu layanan kesehatan, penguatan ketahanan sistem kesehatan, serta penyusunan kebijakan berbasis bukti.

“Penandatanganan Grant Agreement dan Joint Workplan Biennium 2026–2027 merupakan langkah strategis untuk memastikan kesinambungan dukungan WHO terhadap prioritas pembangunan kesehatan nasional.

Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat sistem kesehatan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Kunta.

Ia menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan berkomitmen mengoptimalkan pelaksanaan Joint Workplan melalui koordinasi yang erat dengan seluruh unit teknis penerima hibah.

Dukungan teknis dan kebijakan dari WHO diharapkan terus memperkuat kapasitas perencanaan, monitoring, dan evaluasi program agar tetap selaras dengan indikator kinerja utama kementerian.

Dukung Target Nasional

Penandatanganan perjanjian ini diharapkan mempercepat implementasi kegiatan yang telah disepakati serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.

Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung pencapaian target kesehatan nasional dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).