Surabaya – Ivan Kuncoro seorang pengusaha hiburan malam yang beberapa hari yang lalu ke tangkap pihak badan narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur, yang mana dirinya diketahui terlibat penyalahgunaan narkoba jenis ekstasi.
Setelah menjelang 2 hari penangkapan dikabarkan Ivan Kuncoro telah menjalankan Rehabilitasi oleh pihak BNN provinsi Jawa Timur.
Namun, masalah Ivan tak berhenti di urusan zat adiktif. Sementara ia menjalani pemulihan di balik dinding rehabilitasi, “bom waktu” di luar sana justru mulai meledak.
“Habis Manis Sepah Dibuang”
Jejak hitam Ivan di industri hiburan malam kian pekat. Kabar penyalahgunaan ekstasi ini seolah menjadi pembenaran bagi para eks karyawan yang sebelumnya merasa dizalimi. PHK sepihak yang dilakukan beberapa bulan lalu kini kembali mencuat ke permukaan dengan tensi yang lebih tinggi.
Beberapa poin krusial yang kini tengah menjadi sorotan di Disnaker Kota Surabaya meliputi:
Hak Pesangon yang Menguap: Para eks karyawan mengklaim tidak mendapatkan kompensasi yang sesuai dengan Undang-Undang Cipta Kerja.
Pemecatan disebut terjadi tanpa adanya Surat Peringatan (SP) yang jelas, meninggalkan luka mendalam bagi mereka yang telah mengabdi lama.
Kuasa hukum para buruh menyebut adanya indikasi kesewenang-wenangan yang kini beradu dengan masalah hukum personal sang bos.
Babak Baru di Disnaker Surabaya
Laporan di Disnaker kini bukan lagi sekadar urusan industrial biasa. Dengan status Ivan yang sedang menjalani rehabilitasi, proses mediasi diprediksi akan berjalan alot. Pihak eks karyawan menuntut keadilan nyata: mereka tidak ingin alasan “rehabilitasi” dijadikan tameng untuk menunda kewajiban membayar hak-hak pekerja yang terabaikan.
- “Kami hanya menuntut apa yang menjadi hak kami. Jangan sampai status hukumnya dalam kasus narkoba mengaburkan kewajibannya sebagai pengusaha,” ujar salah satu perwakilan eks karyawan yang enggan disebutkan namanya.
Kini, Surabaya menanti: mampukah Ivan Kuncoro membersihkan namanya dari residu ekstasi sekaligus menyelesaikan “utang” moral dan finansial kepada para karyawannya? Ataukah ini menjadi akhir dari imperium hiburan malam sang pengusaha