Insiden Panjang Jiwo, Pelaku Terjun Ke Kali Jagir

Surabaya – Sengketa antarpengendara mobil berujung aksi kriminal. Korban penusukan kini dirawat medis, sementara tim SAR gabungan masih menyisir aliran Sungai Jagir mencari satu orang yang diduga panik dan melompat menghindari massa.

aksi kekerasan mewarnai sengketa lalu lintas di Jalan Panjang Jiwo, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya, Kamis (29/10/2026) malam. Cekcok antarpengendara mobil berujung penusukan yang mengakibatkan satu korban luka. Insiden ini juga memicu operasi pencarian besar-besaran setelah seorang pria dilaporkan melompat ke aliran Sungai (Kali) Jagir dan belum ditemukan hingga Jumat (30/10/2026) siang.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, bentrokan berawal dari perselisihan dua pengendara kendaraan roda empat yang memicu aksi saling kejar. “Awalnya terjadi percekcokan antara dua pengendara kendaraan roda empat di mana sempat terjadi penusukan terhadap korban yang saat ini dirawat di rumah sakit,” jelas Luthfie.

Kronologi bermula sekitar pukul 22.30 WIB ketika dua mobil bersenggolan. Ketegangan memuncak saat kedua kendaraan berhenti di sekitar jembatan dan perempatan Panjang Jiwo. Warga sempat mencoba melerai, namun salah satu pihak diduga kuat mengeluarkan senjata tajam. Keterangan saksi menyebut pelaku menggunakan gunting yang diambil dari dalam mobil. Polisi masih mendalami jenis senjata dan peran masing-masing pihak dalam keributan tersebut.

Usai kejadian, korban yang mengalami luka di bagian kepala dan tangan berupaya mencari pertolongan ke pengguna jalan. Di tengah situasi yang memanas dan kepanikan massa, satu orang dari rombongan tersebut nekat melompat dari jembatan ke arah Kali Jagir. Kapolrestabes menduga aksi nekat itu dilakukan karena ketakutan menghindari amukan warga.

Hingga Jumat siang, pria tersebut belum ditemukan. Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Surabaya dan Basarnas mendirikan posko di lokasi. Komandan Tim Rescue Kantor SAR Kelas A Surabaya, Candra Kristyawan, menyatakan pihaknya mengerahkan lima unit perahu karet untuk menyisir aliran sungai. Penyisiran terkendala arus dan hambatan di sekitar titik lokasi.

Polrestabes Surabaya telah mengamankan sejumlah orang terkait peristiwa ini untuk dimintai keterangan. Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto menyebut mereka masih berstatus diperiksa. Hingga saat ini, polisi belum menetapkan tersangka maupun melakukan penahanan, karena penyidik masih mencocokkan keterangan saksi dengan barang bukti, rekaman CCTV, dan hasil medis korban.

Kepolisian juga menegaskan bahwa korban penusukan masih hidup dan dalam perawatan tim medis. Isu yang beredar luas terkait korban meninggal dunia dibantah. Polisi berkomitmen mengusut tuntas insiden ini secara transparan dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah, sembari menunggu hasil pencarian korban yang melompat ke sungai.

(Mr Abu Nawas)