Surabaya – warga Rumah Susun (Rusun) Tanah Merah 1 blok A dan B secara kolektif melaksanakan kegiatan kerja bakti yang terstruktur dan terencana Minggu 23 Nov 2025. Inisiatif ini merupakan implementasi dari kesadaran komunal akan pentingnya menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan tempat tinggal, serta memperkuat sistem keamanan berbasis partisipasi masyarakat.
Kegiatan kerja bakti ini difokuskan pada tiga aspek utama: kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan. Dalam aspek kebersihan, warga secara aktif membersihkan area publik seperti selasar, taman, dan saluran drainase. Upaya ini ditujukan untuk mengurangi potensi penyebaran penyakit yang disebabkan oleh sanitasi yang buruk, serta menciptakan lingkungan yang lebih estetis dan nyaman.
Dalam aspek keamanan, warga melakukan identifikasi dan perbaikan terhadap fasilitas keamanan yang ada, seperti penerangan jalan dan pagar. Selain itu, dibentuk pula kelompok-kelompok ronda malam yang bertugas secara bergantian untuk memantau situasi keamanan di sekitar Rusun. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir potensi tindak kriminalitas dan menciptakan rasa aman bagi seluruh warga.
Aspek kenyamanan lingkungan diwujudkan melalui penataan ruang terbuka hijau dan perbaikan fasilitas umum yang rusak. Warga secara sukarela menyumbangkan tanaman dan tenaga untuk memperindah taman, serta memperbaiki fasilitas bermain anak-anak. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan ruang publik yang representatif dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga untuk berinteraksi dan bersosialisasi.
Menurut Saifurrohman Selaku Ketua Tower Blok A&B mengatakan, kegiatan kerja bakti ini merupakan wujud nyata dari semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang masih kuat di kalangan warga Rusun Tanah Merah 1. Beliau juga menekankan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan pemuda.
Secara akademis, kegiatan kerja bakti ini dapat dianalisis sebagai bentuk modal sosial (social capital) yang dimiliki oleh warga Rusun Tanah Merah 1. Modal sosial ini memungkinkan warga untuk saling berkoordinasi, bekerja sama, dan memecahkan masalah secara kolektif. Selain itu, kegiatan ini juga dapat dilihat sebagai implementasi dari konsep pembangunan partisipatif (participatory development), di mana masyarakat dilibatkan secara aktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan ujarnya.
Keberhasilan kegiatan kerja bakti ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi komunitas lain, khususnya yang berada di lingkungan perkotaan dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Dengan adanya kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh warga, diharapkan kualitas lingkungan dan keamanan komunal dapat terus ditingkatkan, sehingga tercipta lingkungan tempat tinggal yang sehat, aman, nyaman, dan berkelanjutan lanjut Ketua Tower.