FIB UNAIR Hadirkan Pakar Malaysia, Bahas Linguistik Korpus dan AI

SURABAYA – Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR), menggelar kuliah tamu bertajuk “Metode Penelitian Linguistik Korpus dan Komputasi” di Ruang 3.2 FIB UNAIR, Surabaya, Kamis (5/11/2026). Kegiatan ini menghadirkan pakar linguistik korpus dari Universiti Utara Malaysia, Dr. Hishamudin Isam.

Dalam kuliah tamu tersebut, mahasiswa dan peneliti diajak memahami perkembangan metode penelitian bahasa melalui pemanfaatan teknologi komputasi. Dr. Hishamudin menjelaskan bahwa komputasi data tidak hanya menjadi bagian dari ilmu matematika dan sains, tetapi juga memiliki peran penting dalam pengembangan penelitian linguistik.

Ia menegaskan, teknologi komputasi memungkinkan peneliti mengolah dan menganalisis ribuan hingga jutaan data bahasa yang sulit dilakukan secara manual. Pendekatan tersebut membuka peluang untuk mengidentifikasi pola penggunaan kata, kolokasi, serta kecenderungan bahasa dalam kehidupan masyarakat.

Dalam pemaparannya, Dr. Hishamudin juga memperkenalkan pemanfaatan perangkat seperti Python, kecerdasan buatan (AI), dan Large Language Models (LLM) sebagai pendukung penelitian linguistik korpus. Teknologi tersebut dinilai mampu memperluas jangkauan penelitian sekaligus membantu peneliti memperoleh temuan berbasis data dalam skala besar.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis. Persoalan etika, privasi, dan tanggung jawab sosial tetap menjadi perhatian dalam pengumpulan maupun pengolahan data. Menurutnya, teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran manusia dalam menafsirkan makna di balik data.

Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan mahasiswa dan peneliti. Berbagai pembahasan tersebut memperlihatkan bahwa penguasaan teknologi perlu berjalan beriringan dengan pemahaman bahasa, budaya, serta kepekaan terhadap konteks sosial masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UNAIR berharap dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam penelitian berbasis komputasi sekaligus membangun karakter peneliti yang kritis dan beretika. Kehadiran akademisi dari Universiti Utara Malaysia juga menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik internasional.

Kuliah tamu ini menegaskan komitmen FIB UNAIR dalam mengembangkan kajian kebahasaan yang adaptif terhadap transformasi digital. Perpaduan antara ilmu linguistik, teknologi, dan nilai-nilai kemanusiaan diharapkan mampu melahirkan penelitian yang relevan dengan perkembangan masyarakat digital.

 

( Wahyudi )