Diduga Bensin Campuran, Warga Surabaya Pertanyakan Kualitas BBM di SPBU Jalan Kenjeran

12 November 2025 · Redaksi

Surabaya, 11 November 2025 Kasus dugaan bahan bakar minyak (BBM) campuran kembali mencuat di Surabaya. Kali ini, peristiwa tersebut dialami oleh seorang warga bernama Mat Lasan, yang mempertanyakan keaslian bensin yang dijual di SPBU Jalan Kenjeran, tepatnya di dekat area rel kereta. Ia mengaku mendapati motornya bermasalah tidak lama setelah mengisi bensin di lokasi tersebut.

“Motor saya tiba-tiba brebet. Awalnya saya kira karburatornya kotor, tapi setelah dicek ternyata bensinnya yang bermasalah,” ujar Mat Lasan saat ditemui di rumahnya, Selasa (11/11/2025).

Menurut keterangan Mat Lasan, ia mengisi bensin di SPBU tersebut sekitar pukul 16.30 WIB. Hanya dalam hitungan menit setelah meninggalkan stasiun pengisian, motornya menunjukkan gejala tidak normal. Mesin tersendat dan tidak bisa melaju seperti biasanya.

“Saya beli di SPBU dekat rel, seperti biasa. Tapi pas dicek di bengkel, ternyata bensinnya bukan murni, ada campurannya,” ungkapnya.

Bensin Diduga Tercampur, Warna Tidak Normal

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan di bengkel langganannya, mekanik menemukan bahwa bensin yang diambil dari tangki motor Mat Lasan sudah mengalami perubahan warna. Cairan bahan bakar tersebut tampak lebih keruh dibandingkan bensin pada umumnya.

“Ini jelas bukan bensin murni. Warnanya saja sudah beda,” tambahnya.

Kecurigaan inilah yang membuat Mat Lasan memutuskan untuk kembali ke SPBU tempat ia mengisi bahan bakar guna memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Ia datang dengan itikad baik, hanya untuk mencari kejelasan.

Konfirmasi Langsung ke SPBU

Setibanya di lokasi, Mat Lasan langsung menemui petugas yang sedang berjaga di area pengisian. Ia menunjukkan bukti waktu pembelian yang direkam melalui kamera CCTV SPBU dan menjelaskan kronologi kejadian yang dialaminya.

“Saya tanya baik-baik, apakah benar bensin ini campuran? Karena hasil pengecekan menunjukkan begitu. Tapi petugas bilang, bensin di SPBU mereka normal,” jelasnya.

Petugas SPBU kemudian memanggil pengawas untuk melakukan pengecekan ulang terhadap bahan bakar yang dikeluarkan dari dispenser. Hasil pemeriksaan internal tersebut diklaim menunjukkan bahwa bahan bakar dalam tangki SPBU tidak bermasalah.

“Setelah dicek, bensinnya normal. Tapi saya heran, karena saya beli di sini, bisa dilihat dari CCTV sekitar jam setengah lima sore,” ucap Mat Lasan dengan nada bingung.

Minta Kejelasan Tanpa Tuduhan

Mat Lasan menegaskan bahwa kedatangannya ke SPBU bukan untuk menuduh pihak pengelola melakukan kecurangan, melainkan ingin mendapatkan kejelasan atas kerusakan yang dialami motornya setelah pengisian bahan bakar di lokasi tersebut.

“Saya datang ke sini cuma mau konfirmasi, bukan menuduh. Tapi kenyataannya tangki motor saya isi bensin campuran. Itu yang bikin saya bingung,” katanya.

Ia berharap pihak SPBU maupun instansi terkait dapat menindaklanjuti dugaan tersebut dengan pemeriksaan lebih mendalam, agar masyarakat tidak merasa dirugikan dan kepercayaan publik terhadap lembaga penyedia BBM tetap terjaga.

Keresahan Masyarakat atas Kasus BBM Diduga Campuran

Kasus seperti yang dialami Mat Lasan bukan kali pertama terjadi. Beberapa warga di Surabaya sebelumnya juga sempat mengeluhkan gejala serupa setelah mengisi bensin di sejumlah SPBU tertentu. Umumnya, keluhan muncul karena motor atau mobil mereka mendadak tidak bertenaga, tersendat, bahkan mogok sesaat setelah pengisian.

Fenomena ini menimbulkan keresahan di kalangan pengguna kendaraan bermotor, terutama mereka yang menggantungkan aktivitas sehari-hari pada kendaraan roda dua. Bagi sebagian orang, perbedaan kualitas bahan bakar sekecil apa pun bisa berdampak signifikan terhadap performa mesin.

Kendati demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Pertamina maupun instansi pengawas energi mengenai adanya indikasi pelanggaran distribusi BBM di SPBU kawasan Jalan Kenjeran tersebut. Pengawasan kualitas BBM di lapangan memang menjadi salah satu fokus utama lembaga pengawas energi, mengingat distribusi BBM merupakan bagian penting dari pelayanan publik.

Pentingnya Pengawasan Kualitas Bahan Bakar

Kualitas bahan bakar minyak menjadi hal krusial dalam menjaga performa kendaraan dan keamanan konsumen. Bensin yang tercampur bahan asing seperti air atau pelarut kimia lain dapat menyebabkan gangguan mesin, menurunkan efisiensi bahan bakar, bahkan menimbulkan risiko kebakaran jika dibiarkan.

Para ahli otomotif mengingatkan bahwa gejala seperti mesin brebet, suara kasar, atau penurunan tenaga secara mendadak bisa menjadi tanda bahwa bahan bakar yang digunakan tidak murni. Dalam kondisi demikian, langkah paling aman adalah segera menguras tangki dan mengganti bahan bakar dengan yang baru dari sumber terpercaya.

Harapan Warga dan Tindak Lanjut

Mat Lasan berharap kasus ini bisa menjadi perhatian pihak terkait agar masyarakat tidak kembali mengalami hal serupa. Ia menekankan pentingnya transparansi dan pemeriksaan rutin terhadap pasokan BBM di setiap SPBU.

“Kalau memang normal, ya bagus. Tapi kalau ternyata ada masalah, tolong segera ditindak supaya tidak merugikan orang lain,” ujarnya.

Warga sekitar Jalan Kenjeran juga berharap pemerintah daerah maupun Pertamina dapat memastikan seluruh SPBU di Surabaya menjual bahan bakar berkualitas sesuai standar nasional. Pengawasan rutin dan pemeriksaan acak diharapkan bisa mencegah munculnya dugaan praktik oplosan di lapangan.

Kasus dugaan bensin campuran di SPBU Jalan Kenjeran Surabaya menambah panjang daftar keluhan warga terkait kualitas BBM. Meski belum ada hasil pemeriksaan resmi, peristiwa ini menunjukkan pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi bahan bakar di seluruh wilayah Indonesia.

Keterbukaan informasi, tanggapan cepat dari pihak SPBU, dan kerja sama antara masyarakat serta instansi pengawas diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penyediaan energi yang aman dan berkualitas.