Surabaya – 22 Desember 2025 – Grup kemanusiaan Bonek yang dikenal sebagai Pembangkang Liar Arus Bawah (PLAB) Korwil Utara Sumatera tengah menyelenggarakan kegiatan bantuan masyarakat yang berlangsung mulai tanggal 21 hingga 24 Desember 2025. Acara yang awalnya direncanakan hanya dua hari ini diperpanjang akibat gangguan cuaca hujan, seperti yang diungkapkan oleh M. Abdul Aziz (Cak Aziz).
Sebelumnya, total donasi sementara yang terkumpul mencapai Rp 2.620.200, selain bantuan barang berupa 50 dus dari Perusahaan Rokok Gajah Baru dan satu kantong baju layak pakai. Kegiatan penyaluran bantuan akan dilakukan kembali pada hari terakhir, Rabu (24/12), di persimpangan lampu merah Jalan Raya Tuwowo.
Dalam keterangan khususnya, Cak Aziz menekankan filosofi gerakan PLAB: “Meskipun kita disebut ‘pembangkang’, bukan berarti kita menolak segala hal yang baik. Seperti layaknya ‘angin yang meniup bebas namun tetap membawa hujan yang menyegarkan’, kita akan rangkul semua kalangan Bonek – termasuk yang dianggap ‘liar’ – agar mereka bisa membedakan antara perbuatan yang benar dan tidak benar. Semua ini demi menjaga marwah nama Bonek dan memberikan dukungan penuh kepada tim kesayangan kita, Persebaya.”
Menambahkan suara positif, Ketua Korwil Utara Mocil juga memberikan pernyataan yang menggugah: “PLAB bukanlah sekadar nama – ini adalah gerakan yang membuktikan bahwa semangat ‘liar’ Bonek bisa diarahkan menjadi kekuatan baik. Kita tidak hanya berdiri di tribun untuk menari dan bersorak, tapi juga berdiri di tengah masyarakat untuk memberikan bantuan. Setiap tangan yang menolong adalah cahaya yang menghilangkan kegelapan, dan kita ingin PLAB menjadi jembatan yang menghubungkan semua Bonek dalam satu tujuan: bangga menjadi Bonek, bangga melakukan kebaikan, dan bangga mendukung Persebaya.”
PLAB sebagai bagian dari komunitas Bonek telah lama aktif dalam gerakan kemanusiaan, dengan fokus memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan tanpa memandang latar belakang. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian kelompok terhadap lingkungan sekitar dan upaya memperkuat solidaritas sosial di wilayah Sumatera Utara, sekaligus membuktikan bahwa semangat kebanggaan terhadap tim tidak bertentangan dengan tindakan kemanusiaan.
“Setiap sumbangan, tak peduli sebesar apa, adalah harapan baru bagi saudara kita yang terkena musibah di Sumatera. Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dengan kita sebelum hari terakhir Rabu (24/12) – mari kita buktikan bahwa kekuatan solidaritas Bonek tidak hanya terasa di tribun, tapi juga meresap ke dalam hati yang membutuhkan.”