AMP Respons Aspirasi Warga dan Siapkan Agenda Audiensi
SURABAYA – Aliansi Masyarakat Perantau (AMP) kembali memperkuat konsolidasi internal melalui agenda silaturahmi rutin dua mingguan yang dirangkai dengan undian arisan pertemuan yang ke-4 (PART 04). Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (18/10/2026), pukul 19.00 WIB, di BasecAMP, Pasar Bulak Banteng Madya, Surabaya, tersebut menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan sekaligus membahas sejumlah agenda strategis organisasi.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu tidak hanya menjadi ajang berkumpul bagi pengurus dan anggota, tetapi juga ruang komunikasi untuk menyerap aspirasi masyarakat serta merumuskan langkah tindak lanjut terhadap berbagai persoalan yang berkembang di lapangan.
Dalam undian arisan kali ini, kelompok yang dipimpin Ketua Kelompok (KL) Eko Hariyanto, yang memperoleh arisan pada pertemuan berikutnya, dengan penerima arisan saudara Firman/H. Holis, yang akan digelar pada Minggu, 01/11/2026, mendatang.
Suasana pertemuan semakin semarak dengan kehadiran anggota baru, Ustaz Syaikhu, yang merupakan kerabat Eko Hariyanto, Ketua AMP DPC Sidoarjo. Kehadiran anggota baru tersebut diharapkan semakin memperluas jalinan persaudaraan sekaligus memperkuat kebersamaan di lingkungan AMP.
Di luar agenda rutin silaturahmi dan arisan, forum tersebut juga menjadi ruang pembahasan persoalan sosial yang membutuhkan perhatian bersama.
Dalam sesi diskusi, Fonny selaku Ketua Ojol menyampaikan keluhan terkait persoalan yang dialami warga Rusun Gunung Sari. Aspirasi tersebut mendapat perhatian dari jajaran AMP yang berkomitmen mendalami persoalan sebelum menentukan langkah pendampingan lebih lanjut.
Ketua Umum AMP, H. Holis, menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan kepada warga guna mendorong penyelesaian persoalan secara tepat dan proporsional.
Langkah tersebut menegaskan bahwa AMP tidak ingin berhenti sebagai organisasi yang hanya berorientasi pada konsolidasi internal. Lebih dari itu, organisasi ini berupaya membuka ruang komunikasi dan mengambil peran dalam membantu masyarakat menyampaikan aspirasi kepada pihak terkait.
Meski demikian, pendalaman persoalan tetap menjadi langkah awal agar upaya pendampingan yang dilakukan memiliki dasar informasi yang jelas dan dapat diarahkan pada solusi yang konstruktif.
H. Holis Tekankan Pentingnya Kebersamaan dan Konsolidasi
Dalam arahannya, H. Holis kembali mengingatkan seluruh pengurus dan anggota agar menjaga kesinambungan komunikasi serta meningkatkan partisipasi dalam setiap agenda organisasi.
Menurutnya, kekuatan organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh struktur kepengurusan, melainkan juga oleh komitmen, kehadiran, dan dukungan nyata seluruh anggotanya.
“Kita harus terus menjaga kebersamaan. Arisan dan silaturahmi ini bukan sekadar rutinitas, tetapi sarana memperkuat rasa kekeluargaan di tubuh AMP. Soliditas organisasi hanya bisa terjaga jika seluruh pengurus dan anggota secara aktif hadir serta saling mendukung. Atas kehadiran dan partisipasi seluruh jajaran, saya ucapkan terima kasih,” tegas H. Holis.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa konsolidasi internal merupakan fondasi penting bagi organisasi dalam menjalankan peran sosialnya. Dengan komunikasi yang terjaga, setiap persoalan dapat dibahas secara terbuka, sementara setiap agenda organisasi dapat direncanakan dengan lebih terarah.
AMP Siapkan Audiensi dengan Wali Kota Surabaya
Sementara itu, Sekretaris Jenderal AMP, Basri, menyampaikan rencana pengiriman surat audiensi kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang juga disebut sebagai penasihat AMP.
Audiensi tersebut direncanakan berlangsung melalui pengajuan surat ke Pemerintah Kota Surabaya pada pekan berikutnya. Salah satu agenda yang akan dibahas adalah persiapan pelantikan dan pengukuhan struktur kepengurusan AMP yang baru.
Adapun pelaksanaan pelantikan masih menunggu kepastian jadwal dan penyesuaian dengan waktu yang tersedia dari pihak Wali Kota Surabaya.
Basri menegaskan bahwa pertemuan rutin seperti ini memiliki peran penting dalam membangun kedekatan antaranggota sekaligus memastikan agenda organisasi berjalan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik.
“Kegiatan berkala ini menjadi ruang untuk saling mengenal lebih dekat, memperkuat komunikasi, dan menunjukkan komitmen nyata sebagai satu keluarga besar AMP,” ungkap Basri.
Rencana audiensi tersebut menjadi salah satu agenda penting AMP dalam mempersiapkan tahapan organisasi berikutnya, terutama terkait pengukuhan kepengurusan baru agar roda organisasi dapat berjalan semakin terstruktur.
Bukan Sekadar Organisasi, tetapi Wadah Pengabdian
Rangkaian kegiatan silaturahmi PART 04 menunjukkan bahwa AMP berupaya menyeimbangkan penguatan hubungan kekeluargaan, konsolidasi organisasi, dan perhatian terhadap persoalan masyarakat.
Ke depan, tantangan AMP tidak hanya terletak pada menjaga kekompakan internal, tetapi juga memastikan setiap komitmen yang disampaikan dapat ditindaklanjuti secara nyata dan terukur.
Dengan semangat kebersamaan yang terus dipelihara, AMP diharapkan mampu tumbuh menjadi organisasi yang solid, responsif terhadap aspirasi warga, serta konsisten membangun komunikasi dengan berbagai pihak demi mendorong penyelesaian persoalan sosial secara konstruktif.
Bagi AMP, silaturahmi bukan sekadar agenda berkala, melainkan fondasi untuk menjaga persaudaraan, memperkuat kepercayaan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
(Redaksi)